Sidoarjo —centralberita.i-news.site 12 mei 2026 Seorang anggota security PT Mustika Indah Lestari Kletek bernama Erik menyampaikan klarifikasi terbuka terkait persoalan yang terjadi antara dirinya dengan Ketua Security, Karyono, yang disebut memiliki kepercayaan penuh dari pemilik pergudangan.
Dalam keterangannya kepada pimpinan perusahaan, Erik mengaku membutuhkan kejelasan terkait status kerja dan dugaan skorsing sepihak tanpa surat resmi. Ia juga menjelaskan kronologi perselisihan yang terjadi saat dirinya sedang bertugas malam.
“Saya ditegur soal pemakaian seragam. Saya sudah menjelaskan bahwa untuk jaga malam hanya diberi kaos, sedangkan celana seragam belum diberikan,” ujar Erik.
Menurut Erik, dirinya sempat diminta membeli sendiri perlengkapan seragam apabila belum memiliki, namun ia mengaku belum mampu secara ekonomi. Ia juga menyebut selama ini perlengkapan seperti sepatu dan seragam diperoleh dari pengelolaan lahan parkir yang dikoordinasikan oleh pihak security.
Erik menjelaskan, pada malam kejadian dirinya kembali ditegur mengenai seragam oleh Karyono. Setelah itu, menurut pengakuannya, Karyono masuk ke pos security dan meminta dirinya pulang. Namun Erik menolak karena merasa masih menjalankan tugas kerja.
“Beliau kemudian menyeret saya dan memukul menggunakan kemucing. Karena spontan saya menyiramkan air es yang sedang saya pegang ke arah dada beliau,” jelasnya.
Erik menilai laporan yang diterima pimpinan perusahaan selama ini hanya berasal dari satu pihak sehingga dirinya merasa perlu memberikan penjelasan langsung mengenai kejadian tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mungkin berani melakukan tindakan penyiraman apabila tidak terlebih dahulu mengalami tindakan fisik. Erik bahkan menyebut adanya dugaan tindakan kekerasan yang menurutnya pernah dialami anggota security lain sebelumnya.
Selain persoalan perselisihan tersebut, Erik turut mengungkap sejumlah dugaan ketidakadilan dalam pengelolaan internal security di PT Mustika Indah Lestari. Ia menyinggung dugaan pungutan saat masuk kerja sebagai security, pembagian hasil parkir yang dinilai tidak merata, hingga dugaan pengelolaan fasilitas tertentu yang disebut tidak transparan.
Menurut Erik, beberapa sumber pemasukan seperti parkiran, kolam, hingga pembayaran dari warung dan sopir yang menggunakan fasilitas listrik perusahaan diduga tidak dikelola secara terbuka untuk kesejahteraan anggota security.
Dalam keterangannya, Erik juga mengaku sudah lebih dari 10 tahun bekerja sebagai security sekaligus merupakan warga asli Desa Kletek. Ia berharap pimpinan perusahaan dapat memberikan ruang keadilan dan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem yang berjalan.
Sementara itu, Erik menyebut dirinya telah menyampaikan pengaduan langsung kepada pimpinan perusahaan, Joni selaku owner PT Mustika Indah Lestari. Menurut pengakuannya, pihak pimpinan menyatakan persoalan pribadi tersebut sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum dan dirinya belum dikeluarkan dari perusahaan selama masalah masih belum selesai.
“Selama ini saya merasa setiap laporan selalu sepihak. Saya hanya ingin keadilan dan kesempatan menyampaikan fakta yang sebenarnya,” kata Erik.
Di akhir pernyataannya, Erik menegaskan seluruh informasi yang disampaikan merupakan fakta menurut pengalamannya dan ia mengaku siap membuktikan keterangannya apabila diperlukan.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara internal, pihak awak media akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo guna mencari penyelesaian lebih lanjut.ujar awak media bersambung _,














